Reward dari Sekolah, Juara 1 OLIPS 2021

Setelah berjuang dalam Olimpiade Ilmu Pengetahuan Sosial 2021 di IAIN Madura, Selfia Dwi Noeryuliana meraih juara 1 tingkat Madura dalam event tersebut. Apresiasi sekolah berupa uang pembinaan pada Sabtu, 9 Oktober 2021 diberikan oleh Kepala SMPN 1 Larangan secara langsung kepada Selfi sebagai salah satu wujud penghargaan karena telah menjadi salah satu siswa yang mengharumkan nama baik sekolah. Kepala SMPN 1 Larangan, Bapak Hendroyono berharap agar tradisi juara yang ada di SMPN 1 Larangan selalu ditingkatkan dari perolehan sebelumnya, minimal dapat dipertahankan demi menjunjung nama baik sekolah dan sebagai wujud implementasi dari visi misi sekolah.

Diseminasi DIDAMBA Ak. 10 “Pemanfaatan Aplikasi Digital dalam Pembelajaran”

DIDAMBA merupakan Diklat Daring Massive dan Terbuka yang diselenggarakan oleh PPPTK IPA Kemendikbud. Pada tanggal 17-30 September 2021, Ibu Elisma Shofiati dan Ibu Al Qari’ah, guru IPA, menjadi peserta DIDAMBA dalam kelas Pembelajaran IPA SMP pada Masa Pandemi Covid-19 dengan Pemanfaatan Aplikasi Digital. Pada akhir kegiatan diklat ini, peserta wajib melakukan diseminasi kepada teman sejawat. Sehingga pada hari Rabu, 6 Oktober 2021, Ibu Elis dan Ibu Qori menyelenggarakan diseminasi di Ruang pertemuan SMPN 1 Larangan dengan 11 teman sejawat yang hadir.

Materi yang disampaikan yaitu :

  1. Microsoft Office (Word, PPT, Excel)
  2. Rumah Belajar
  3. Canva
  4. Zoom Meeting
  5. Google Workpace (Doc, Slide, Spreadsheet, GCR, Meet)
  6. PhET Interaktive Simulations
  7. WhatsApp
  8. Power Editor

Kegiatan Diseminasi ini dilakukan secara tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (menjaga jarak dan memakai masker) selama kegiatan. Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan, Alhamdulillah berjalan tertib dan lancar.

Apresiasi Juara 1 dan 5 Lomba KSN Tingkat Kabupaten

Kompetensi Sains Nasional (KSN) SMP tingkat Kabupaten yang diselanggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia merupakan ajang yang bergengsi dan dapat diikuti oleh seluruh pelajar di Indonesia termasuk Siswa SMPN 1 Larangan pada mata pelajaran Matematika, IPA, dan IPS. Berdasarkan hasil pengumuman Surat Keputusan Kepala Pusat Prestasi Nasional Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi Nomor : 2073/J3/DM.01.03/2021 Tentang Penetapan Peserta Babak Penyisihan Tahap II Kompetisi Sains Nasional (KSN) Jenjang Sekolah Menengah Pertama Tahun 2021 tanggal 19 September 2021, dua nama siswa SMPN 1 Larangan perwakilan maple IPS lolos menuju seleksi tahap II yang artinya mereka merupakan perwakilan siswa yang memiliki peringkat 5 teratas di tingkat Kabupaten.

Siswa yang lolos KSN SMP Tingkat Kabupaten ini menjadi perwakilan Kabupaten untuk mengikuti seleksi tahap II, yakni siswa yang bernama Selfia Dwi Noeryuliana (sebagai peringkat 1) dan Icha Yunita Sari (sebagai peringkat 5).

Apresiasi Kepala Sekolah kepada kedua siswa tersebut yaitu memberikan uang pembinaan untuk memberikan semangat dan penghargaan bagi siswa karena telah mengharumkan nama sekolah.

Boyong Prestasi Non Akademik, Sekolah Berikan Penghargaan

Sekolah sangat mengapresiasi prestasi siswa baik dalam bidang akademik dan non akademik. Berdasarkan perolehan tahun 2021, siswa SMPN 1 Larangan memperoleh beberapa penghargaan di bidang non akademik. Berikut daftar nama siswa yang meraih juara dalam event lomba tertentu.

Nama SiswaEvent Lomba
Tarissa Davina PutriJuara 1 Champing Chart Beginner Tingkat Internasional
Oktavina Lailatus SafindiJuara 1 Silat Seni Kategori Regu Campuran Kemerdekaan Challenge
SunandiJuara 1 Penvcak Silat Seni O2SN Tingkat Kabupaten
Risa Bukti CahayaJuara 1 Pencak Silat Seni Tingkat Kabupaten
Ajeng SeptianaJuara 1 Pencak Silat Seni Tingkat Kabupaten

Berdasarkan perolehan tersebut, sekolah berinisiasi memberikan uang pembinaan sebagai penghargaan kepada siswa yang berprestasi dengan tujuan agar siswa termotivasi untuk meningkatkan prestasinya, minimal dapat mempertahankan posisi tersebut. Kepala Sekolah sangat mendukung prestasi di bidang non akademik siswa, mengingat sekolah tidak selalu menekankan siswa untuk dapat berprestasi di bidang Akademik. Kepala Sekolah juga berharap agar siswa SMPN 1 Larangan lainnya dapat meningkatkan prestasinya untuk memajukan dan meningkatkan mutu sekolah di bidang akademik maupun non akademik.

Pembuatan Pupuk Kompos dari Sampah Organik

Sebagai sekolah adiwiyata mandiri SMPN 1 Larangan sangat memperhatikan dalam menerapkan pengolahan sampah sebagai wujud peduli lingkungan

Kepedulian tentang sampah menjadi tanggung jawab semua unsur sekolah. Kegiatan ini berkelanjutan dan teragendakan. Ketua tim adiwiyata Bpk Hidayat dan Pokja pengolahan sampah Bpk Syamsul bersama anak-anak peduli sampah mempraktekkan dan menjelaskan tentang cara pembuatannya.

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Organik

Tujuan : Untuk mengolah sampah organic secara decomposer ( penguraian ) sehingga diperoleh pupuk kompos yang berguna bagi tumbuhan.

Alat-alat yang diperlukan

  1. Sekop
  2. Cangkul
  3. Sarung tangan
  4. Plastik
  5. Galon air  20 lt yang tertutup
  6. Gayung

Bahan:

  1. EM4
  2. Tetes Tebu
  3. Pupuk kandang
  4. Arang Sekam
  5. Plastik
  6. Daun atau ranting kering

Cara Pembuatan Pupuk Kompos Organik

  1. Siapkan media pembuatan pupuk, ditempat yang sejuk tidak terkena matahari langsung dan tidak kena hujan jika terjadi hujan.
  2. Larutkan EM4 dan tetes tebu kedalam ai jamr kurang lebih 20 lt simpan dalam gallon tertutup selama 24 jam.
  3. Selanjunya campurkan bahan yang lain seperti Kotoran ternak dengan Arang sekam, daun kering kemudian aduk hingga merata, setelah itu taburkan dekomposer (EM4 dan gula yang sudah dilarutkan dalam air) tadi secukupnya aduk hingga merata.
  4. Lapisan Kedua, dedak, dan bahan-bahan organik lainnya hingga merata kemudian siramkan dekomoser tadi.
  5. Setelah itu tutup rapat tumpukan bahan-bahan tadi dengan rapih dengan menggunakan plastic.
  6. Hari Kedua aduk adonan tersebut hingga merata dan tutup kembali rapat-rapat.
  7. Lakukan monitoring setiap pagi dan sore, dengan cara memasukan tangan (dengan sarung tangan) jika tangan kita tidak kuat menahan panas adonan maka adonan belum siap dipakai. aduk setiap melakukan monitoring.
  8. Biasanya hari ke empat adonan sudah siap, cara menceknya masukan tangan anda jika bisa menahan panas adonan maka pupuk kompos organik siap dipakai. 

Demikian lah cara membuat pupuk kompos organik yang saya pelajari sewaktu saya penelitian pertanian organik. anda dapat membagikan artikel ini jika untuk orang lain yang mungkin membutuhkan juga. terimakasih (Hidayat)

Penyerahan Piagam dan Trophy AKSI MIPAS

Penyerahan Piagam dan Trophy Lomba Aksi MIPAS SMPN 1 Larangan di serahkan pada waktu pelaksanaan upacara bendera, senin 24/2/2020.

Penghargaan diserahhkan wakasek kesiswaan Hidayat, M.MPd, berjalan dengan hikmat dan sangat berkesan

Sekolah berterimakasih atas partisipasi dan dukungan semua peserta, dan bagi siswa yang sukses meraih juara supaya lebih meningkatkan prestasinya dan bagi yang belum meraih juara diharap untuk lebih giat belajar lagi dan tidak putus asa dalam meraih prestasi

Pratinjau(buka di tab baru)